Diallogi: Sastra

HEADLINE

Post Top Ad

<>
Tampilkan postingan dengan label Sastra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sastra. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 Desember 2021

Ada Tanpa Apa

Desember 02, 2021 0

 


Waktu dan zaman...


Apa kabar diriku???

......

Masih bergelut dengan hinanya pandangan

Berusaha untuk lelah...

Atau...

Entahlah....


Apa kabar hari ini???

....

Bakhilnya harapan yang tak kian padam

Ada burung gagak kelabu bertengger gagah

Dengan dagu runcing

Susah payah berusaha pongah


Landscape atau portrait

Itu terserah mu

Jingga atau abu abu

Masih terserah mu


Apa kabar hari ini???

.....

Seperti dinding diantara jendala

Yang menjadi batas

Antara waras dan ketidakwarasan ku

.......


Idris..



Boekittinggi, 1928

Sebelum isya

Read More

Minggu, 24 November 2019

Puisi - Memperingati Hari Guru 25 November

November 24, 2019 4
Ilustrasi Guru- jakartakita.com
Pak Usman
Created: Sani Utami
Tua, renta
Tinggal digubuk reyot, makan seadanya
Hidup sendirian
Tapi tak pernah merasa sepi

Dipojok ruang tamu
Beralaskan tikar bambu dan meja kayu
Tampak pemandangan yang tak biasa
Deretan buku tersusun apik sebagian tergeletak
Tak terhitung lagi jumblahnya

Pak Usman namanya

Puluhan tahun mengabdi
Mencerdaskan putra-putri bangsa
Berbakti bagi negeri tanpa berharap diangkat jadi pegawai negeri

Pak Usman
Pembelajar dan pendidik yang sejatinya memang tanpa tanda jasa
Ikhlasnya
Semangatnya
Perjuangannya
Tak akan ada tandingannya
Tapi penerusnya memanglah yang terbaik

Karna guru yang hebat adalah bekal bagi generasi yang luar biasa
Seperti pak Usman yang menjadi pandu bagi anak didiknya

Pensiunnya, bukanlah akhir dari pengabdian
Jiwanya telah terikat dengan buku dan anak-anak
Tidak lagi lelah tapi makin bahagia
Menyaksikan yang kecil tumbuh bertunas sampai berbunga
Indah
Kelopaknya merekah
Menjadi bakal buah yang nantinya akan kembali dinikmati insan lainnya

Pak Usman namanya
Sang pendidik juga pembelajar
Yang ilmunya kian hidup
Bahkan setelah senja tak akan redup

25 November
Selamat Hari Guru Bagi Seluruh Guru di Indonesia

Read More

Kamis, 21 November 2019

Maaf Para Pecinta Senja | Dari Fatahillah

November 21, 2019 2
Foto: kupang.tribunnews.com
p.s: tulisan ini akan menyinggung sebagian besar maniak senja
dan teruntuk itu dengan segala kerendahan dan ketulusan hati
aku ingin mengatakan maaf aku tidak peduli........
Apa kau menyukai senja dengan jingganya?  Tentu saja, itu terlihat indah dan bahkan diburu oleh sebagian besar orang-orang, diabadikan, lalu diberi caption manis bertujuan memukau dalam kata. Lantas bagaimana dengan ku, apakah aku juga menyukai senja, tentu saja tidak. Bagiku senja adalah hal biasa yang tidak perlu di agungkan, tidak setuju? Hak mu, maka biarkan ku kupas sedikit tentang senja.
Lalu kenapa kau terlalu mengagungkan senja? karena ufuk baratnyakah, karena jingganya, atau karena itu sesaat?.  Ahh kau bisa menggunakan semua alasan puitismu dalam mengagungkan senja dan akan kau pakai untuk mencumbu rayu dalam kata, seakan itu hal paling romantis ketika kau ucap untuk merayu.  Padahal andainya kau tahu dalam sudut pandang bodohku kau adalah makhluk hina jika dirayu dengan kata senja apalagi jika kau dibilang seperti senja, dimana letak indahmu jika itu membutuhkan kondisi ya kondisi untuk mendapatkan senja ideal bagi pecintanya itu harus dalam kondisi langit cerah dengan sedikit awan.  Pertanyaanya, lalu bagaimana jika langit mendung masihkah senjamu agung?. Lalu kau kembali dengan cerita itu menunggu senja agungmu datang diwaktu yang setiap hari sama dan datang secepat dia pergi. Sesaat, ya apakah karena itu hal yang sesaat lalu kau anggap itu berharga. Mungkin seperti ini ada hal yang sebenarnya lebih telah kau dapatkan, lalu kau lihat sesuatu yang belum tentu lebih berharga tapi kau begitu terpukau karena itu tidak ada bagimu dan kau ingin mendapatkannya padahal itu sebenarnya lebih berharga bagimu. Aku contohkan siang, haruskah siang itu juga sesaat dan dengan begitu kau akan lebih menunggu siang lalu mengejarnya seperti kau mengejar senjamu yang agung? ahh aku tak paham, kau terpukau dengan rayuan senja lalu hatimu luluh, kemudian hancur karena dia datang secepat dia pergi. Hahaha tidak perlu hancur itu hal yang wajar karena engkau senjanya, sekali lagi ku tanya masihkah kau mengagungkan senja dan tergoda olehnya. Aku skeptis atau sentimen ucapmu, ku bilang itu hakmu dalam menilai, bukankah kita masin-masing punya hak asasi manusia yang setara, sekali lagi ku ucapkan maaf aku tidak peduli...
Lalu bagaimana caraku dalam mencumbu kata, tidak seagung senjamu. Ketika aku terpukau, aku akan bilang itu, dia, anda, kalian seperti buah pikirku. Kau bertanya mana nilai eksotisnya, ku jawab tidak ada nilai eksotis tapi buah pikirku itu muncul tidak pernah dalam waktu tetap, dia tidak perlu kondisi untuk datang dan kau tahu dia bisa mencerahkan tanpa cahaya bahkan cahaya jingga senjamu. Dia indah karena dia ada dan dia tidak akan pergi secepat datangnya, berarti indahku butuh alasan ucap mu, tentu saja. Bahkan dunia tercipta oleh Pencipta dengan alasan, naif sekali aku jika ku bilang indahku tidak butuh alasan...
Dari aku yang tidak pernah menggunakan kata senja untuk mendapatkan perhatian mu dan dari aku yang tidak akan pernah pergi secepat datangnya, dan kuyakin kau tahu itu...
Hanya hamba


fatahillah

Read More

Sabtu, 16 November 2019

Uraian Sajak di Tahun 2017

November 16, 2019 4


KATA
Created by Sani Utami

Memang hanya tentang kata
Namun kata, menegaskan
Dengannya kita bercengkrama
Berkomunikasi mengobati duka lara
Dengannya kita di pertemukan
Merangkai sajak mengisi ingatan

Segala rasa tertuang dalam kata
Tercurah begitu saja
Seperti gumpalan awan yang menghantarkan rintik airnya
Menyampaikan pesan lewat suasana tersebut romantis
Menjemput hidup coba rangkai kehidupan

Kata, begitu istimewa
Membawaku goreskan sketsa agar selalu terbayang
Kerap dipuji
Tanpamu semua tak akan berarti
Sungguh berharga

KATA, Kau Ajarkan aku Tentang maknA

Tersudut bahagia...
Namun tak lama
Setelah diperkenalkan dengan dusta
Bergelut dalam kuil penuh rekayasa
Naunganmu tak cukup mengindahkan
Siklusnya berganti terasa mau mati
Jebakan luar biasa
Terperangkap begitu mudah
Terpaan bayangmu penuh kejutan
Bukan menyepelekan

Kata...
Nyatanya permainanmu begitu menyakitkan
Bukan sesal pelajari rangkaianmu
Hanya terkadang...
Kata meluncur menghimpit logika
Membawa poin pilihan
Ungkapkan pengetahuan atau malah berlakon samarkan pengetahuan



Kabawetan (Bengkulu), 16 Februari 2017

Read More

Kamis, 14 November 2019

Bahagian Awal_

November 14, 2019 5

Aku Berbahasa Sebagaimana Rasa...


Ceritanya mungkin saja menjadi tidak jelas, namun disanalah nikmat indahnya. Jadi begini..., seperti itu..., ah entahlah harus dengan awalan yang bagaimana semestinya. Aku tahu, fisrt impression dalam sebuah pertemuan itu penting, tapi tak melulu tentang sajak manja atau menggombal ria bukan ? begitupun saat ini, perkenalan diantara kita. Jujur, aku malu dan tidak tahu menghadapimu bagaimana, hadirmu terasa istimewa saja.
Disini, rentetan kata akan membimbingmu menjajaki setiap rasa, setiap kisah yang akan terurai menemani waktu baca dan segala keberkahan yang InsyaAllah selalu ada pada kamu. Ketahuilah wahai pembaca kata-kataku, tiada satupun firman yang mengharuskan untuk membaca ini. Akan tetapi jika kamu penasaran dengan segala keabsurd’an yang akan tersaji, silahkan lanjutkan dan selesaikan apa yang tengah atau akan kamu kerjakan itu.
 Caraku berbahasa menyampaikan setiap rasa, mungkin akan sangat berbeda dengan caramu. Tapi ingat, kita sama-sama mempunyai rasa, macamnya beraneka ragam, hanya bagaimana cara mempersepsikannya saja yang berlainan. Aku tak mewajibkan setiap kamu dapat mengambil makna atau pelajaran dari coretan yang sebagian besar tidak penting ini. Untuk pembukaan cukup baca sajalah dulu. Namun, jika ternyata dikemudian hari itu dapat bermanfaat bagi kamu, Alhamdulillah. Hadiah luar biasa untuk diriku. Jika tidak, tinggalkan saja, tak mengapa. Pesanku jangan lupa do’akan, agar aku tetap kuat mengarungi rasa tanpa hadirnya kamu yang teristimewa.

Akhir kata,
Salam kenal penikmat rasa
Dalam kisah yang tengah aku coba bahasakan ^_^

Semoga kamu betah.

Read More

Post Top Ad

<>