Diallogi

HEADLINE

Post Top Ad

LightBlog

Post Top Ad

Your Ad Spot

Jumat, 01 Mei 2020

Jangan Bosan, Terbiasalah Berbiasa

Mei 01, 2020 1
Januari, Februari, Maret, April dan Hari ini sudah Mei, namun entah mengapa keengganan ini masih juga terjaga.

Please...jangan berhitung lama kita tak berkabar, Jangan tanya berapa kisah yang terlewat, terima saja jikalau hari ini kukatakan sudah terlupa.

Tak perlu berharap lebih kehadiran kali ini, sebab aksara ini terangkai sebatas keinginan diri. So, berbahagialah jika perlu.

Memang, banyak kekhawatiran yang terjadi selama masa pandemi ini. Kewaspadaan dan ketakutan terangkai menjadi satu, begitupun dengan sepi, sedih, gelisah dan teman-teman seperjuangannya. Tapi tak juga dipungkiri bahwa ada banyak kebahagiaan baru yang tercipta. Jujur ini subjektif.

Awal pandemi dimana semua menyuarakan stay at home, work from home, dan hal-hal lainnya juga dilakukan di home, tak ada masalah. Sebab muasalnya diri ini sudah begitu, memegang identitas sebagai kaum rebahan. Tapi entah mengapa nuansanya sedikit berbeda. Terlepas dari itu, hal apa yang akan diri termasuk kamu lakukan selama masa pandemi agar terlepas dari kebosanan?

Waiting list terpampang.

Dan bahagian pertama adalah, membersihkan dan membereskan file-file lama yang jelas itu sampah. So delete, enter.
Namun ternyata, membuka folder lama dapat membuka ingatan-ingatan yang sempat tak berada ditempatnya. Beberapa adalah hal yang memang ingin kamu kenang, namun hal lainnya... Yah Syukuri sajalah, toh keberadaanmu saat ini juga terakit dari masa itu.

Kedua, adalah menjemput hobby lama yang tak pernah sempat dilakoni. Apa itu? menggambar. Perihal kamu diri ini belum tahu, jika ingin maka berceritalah, berbagilah.  Opsi kedua cukup menyenangkan, karena proses itu menghasilkan karya yang nyata, emosi terluapkan, ada keihlasan dan bonus torehan senyum ditambah rasa bangga yang dibumbui nano-nano. Iya, memang begitulah cara kerjanya.

Ketiga, membabu ria karena itu membuatmu sehat. Tak perlu bingung, akan diri ceritakan apa maksudnya setelah ini. Tak usah payah menunggu, begini maknanya: membersihkan rumah, membereskan lemari dan isi lemari, menyusun sepatu di rak sepatu, menghempaskan debu dari tumpukan buku-buku, menyusun jajanan khas cemilan, mencuci dan menghilangkan noda yang sudah masanya untuk dimusnahkan.

Keempat, diri ini termasuk kamu dapat berolah raga. Berjemur juga baik.

Kelima, mendukung opsi ketiga dan keempat dimana berkenaan dengan makan. Jadi kamu dapat mulai bereksperimen akan resep-resep yang terpampang di Instagram, youtube, tiktok dan media lainnya. Bebas dah, tapi ingat. Selain kenyang kamu harus tetap sehat dan baik-baik saja.

Keenam, memperbanyak ibadah.

Ketujuh, rebahan seutuhnya ditambah bonus mendengarkan podcast, streaming youtube maupun film, stalking doi atau mantan gebetan. Dijamin nagih. Jika tidak suka rebahan, duduk atau berdirilah sembari karakoean menghibur diri.

Kedelapan, membayar hutang baca buku yang sempat terabai. Jika ingin baca webtoon atau whatpadd juga boleh. Jika ingin mengenang dan membayar hutang teman yang sengaja dilupa juga bisa, karena membuat orang lain bahagia itu pahala kan?

Kesembilan, masih harus bekerja dan berbahagia. Tidak boleh stress terlebih sampai kelelahan. Jangan. Diri ini tak kuat melihatmu sakit.

Kesepuluh isilah berdasarkan apa yang kamu ingini, jangan melulu tentang diri ini.

Begitulah aktifitas akhir-akhir ini yang menjadi kesampaian dan harus terpenuhi. Sedikit melenceng dari kebiasaan itu biasa, sebab sekarang kita harus luar biasa. Berbicara perihal kebiasaan, untuk diketahui bersama bahwa menurut diri "Kebiasaan itu hanya tentang frekuensi dan durasi".
Ketika Frekuensi berkurang, durasi apa lagi, maka dijamin kebiasaan itu akan segera berubah.

So, terbiasalah berbiasa

Sani Utami.
Read More

Rabu, 04 Maret 2020

Review “Body SPA Body Exfoliating Gel, Sekali Gosok Daki Rontok” Dari Hanasui Cosmetic

Maret 04, 2020 1
All Varian Hanasui Body SPa Exfoliating Gel
Jeng jeng jengggg
Hallo Hai para Diallogos terkasih dan tercinta
Maafkan karena lama pergi dan baru kembali
Gimana?
Sudah rindu belum?
He he he he

Sudahlah, kalian lihat kan tu produk yang ada digambar. Udah warna-warni kayak pelangi, tapi ga dilangit melainkan di etalase toko. Jadi gini sobat, beberapa waktu lalu Diallogi lagi jalan-jalan alias belanja di salah satu minimarket yang ada di Kota Bukittinggi. Terus pas lagi di bagian kosmetik itu lihat beginian. Apaan tuh? Wadidaw...”Sekali Gosok Daki Rontok”...menarik banget kan marketingnya. Bikin diri ini mau coba, alias membuktikan yakin tuh daki bakal ga ada lagi.

Tanpa berlama-lama langsunglah salah satu diantaranya masuk keranjang. Seperti yang kalian tahu nih sobat, kan banyak variannya tuh. Tapi ga tahu kenapa diri ini cinta banget sama bau yang varian lemon. Berasa seger aja gitu, ga lebay. Oh iya, untuk harganya lumayan terjangkau kok sobat, untuk ukuran segede itu kita bisa dapatkan dengan harga sekitar Rp 21.500 sampai Rp 22.000 saja. Isinya ada 300 ml, bisa dipakai beberapa kali bahkan untuk seluruh tubuh. Murmer banget kan.
Produk Yang Sudah dipakai Guys
Nah body spa body exfoliating gel ini sebagaimana namanya ya, bentuknya gel. Fungsinya untuk mengangkat sel kulit mati. Trus ada kandungan Collagennya juga sobat yang berguna untuk menjaga kelembapan kulit, biar kulit tu serasa halus, lembut dan berseri-seri. Selain itu Body SPA ini juga mengklaim kalau dapat digunakan pada semua jenis kulit.

Sebenarnya apa pentingnya sih melakukan Exfoliation?
Setelah nyari beberapa referensi nih, exfoliation itu ternyata perlu juga untuk dilakukan sobat. Manfaatnya banyak, seperti mengangkat sel kulit mati, bisa mengecilkan pori-pori, membersihkan wajah serta mengurangi jerawat, melawan tanda penuaan, dan dapat memaksimalkan penggunaan produk skincare lainnya agar bisa bekerja maksimal. So, bagi kalian para sobat ladies yang ngerasa kulitnya udah kusam, kering, kasar, jerawatan atau beruntusan, mulai nampak garis-garis harus, coba deh mulai melakukan exfoliation, karena manfaatnya beneran ga kaleng-kaleng.

Cara Pakainya Gimana?
Nah untuk penggunaannya, ini bisa kita aplikasikan keseluruh tubuh ya sobat, bahkan ke wajah juga. Caranya :
  1. Aplikasikan body spa body exfoliating gel pada bagian permukaan tubuh atau kulit yang kering.  Karena kalau bagian tubuh basah, kulit matinya jadi susah terangkat. So biar lebih maksimal tu daki sama kulit mati terangkat, kulit harus dalam keadaan kering ya sobat.
  2.  Setelah itu kalian gosok perlahan, sampai nantinya keluar bulir-bulir yang menandakan sudah terangkatnya sel kulit mati.
  3.  Jika sudah, ya udah. Kalau dibutuhkan mau dibilas pakek air ga apa, kalau enggak juga ga masalah. Selowww.
  4. Ya gitu doang caranya cuyy

Bentuk bulirnya guys setelah digosok-gosok

S
ensasi Pas Makek Apa?
Jujur nih ya, kan sebelumnya ga pernah tu yang namanya pakek beginian. Istilah kerennya exfoliation. Jadi pas nyobain pertama kalinya excited banget cuy, tinggal gosok-gosok biasa (ga pakek tenaga lebih) beneran tu daki langsung keangkat. Tapi jadi ragu juga, ini beneran daki atau kulit mati? Jangan-jangan Cuma reaksi dari produknya emang gitu.

Karena beneran penasaran, di uji cobakanlah dibeberapa bagian tubuh. Karna waktu itu dari luar ruangan, kayak tangan pasti kotor kan, belum lagi polusi. Trus cobalah tuh gel tarok ditangan, eh bulir yang keluar warnanya jadi coklat banget, sedangkan bagian tubuh lain yang rasanya agak bersih, bulir yang keluar warnanya biasa aja. Putih doang gitu. Trus sensasi setelahnya ok ok aja sobat, kulit jadi terasa bersih,cerah, lembab, lembut dan wangi pula. Aku sih yes...

Plus Minusnya Apa Aja?
Positifnya setelah mencobakannya beberapa kali, ya produk ini sebenarnya lumayan membantu sobat, terlebih bagi kalian para ladies yang males buat melakukan scrub. Meskipun rasanya emang ga terlalu pengaruh banyak ke kulit aku, ga tahu deh kalau kulit kalian. Tapi sensasi setelah makeknya beneran suka banget, formulasinya ringan, bikin kulit jadi terasa halus, lembut, wangi dan agak cerah dari sebelumnya. Secara keseluruhan lumayan work lah produknya. Memang sih ga semua daki atau kulit mati langsung terangkat, tapi pastilah masih ada kulit mati atau daki yang terangkat kan sobat. Ditambah satu lagi, dengan harga yang beneran murmer kalian bisa melakukan body spa dan exfoliation sendiri dirumah ga pakek ribet, cepet dan ga cuma sekali. Karena isinya emang banyak, sehingga bisa dipakek beberapa kali.

Kalo minusnya alias part yang aku kurang suka itu adalah hasil exfoliate nya sering nyangkut dibagian rambut tangan sama kaki dan pas ngebersihannya dari bagian itu lumayan sakit, tapi dikit kok. Terus kalau misalnya habis makek produk ini, aku ga bisa lama-lama berada di air sobat, kayak misalnya untuk cuci piring, cuci baju atau mandi, karena efeknya buat kulit dibagian jemari tangan cepet keriput dan itu rasanya ga enak banget.

Begitulah gambaran produk ini kira-kira ya sobat. Gimana tertarik gak buat nyobain? kalau iya cobain aja lagi. Dan jumpa kali ini kita cukupkan  dulu ya. Jangan lupa tetep pantengin dan kepoin Diallogi karena akan masih banyak review-review lainnya. See You para Diallogos...

(sani utami)

Read More

Selasa, 18 Februari 2020

Banyaknya Kebaikan Dari Sebuah Durian

Februari 18, 2020 0
Hallo,
Untuk kalian para Diallogos yang sudah lama tak tersapa
Sudah rindu kah?
Kalau belum ayo merindu, biar rindu ini terjawab “Iya”.

12 Februari lalu, masih di 2020. Entah mengapa kebaikan yang satu ini ingin sebanyak-banyaknya selalu dikenang. Ingin rasanya untuk dibagikan. Iya, agar kalian semua tahu, kalau masih ada kebaikan yang seperti itu.

Oke,
Kejadiannya diawali dari sore hari sekitar pukul 16.00 lewat, cuacanya cerah waktu itu, karena tidak hujan. Atau malah gerimis ya? Ah anggap saja tidak. Bersama seseorang yang tersebut teman seperjuangan dan dia perempuan. Kami memutuskan untuk pergi ke pasar, namanya Pasar Bawah tempatnya masih di Bukittinggi. Kebanyakan orang ada juga menyebutnya Pasar Banto, pokoknya ke Pasar deh.

Tujuannya adalah berbelanja kebutuhan hidup seperti beras, sayuran, buah, jajanan, dan lauk pauk. Ah andainya memang seindah yang tersebut. Tapi intinya kami butuh makan untuk melanjutkan hidup dan butuh lebih untuk berjuang menyelesaikan tugas akhir sebagai mahasiswa.

Jarak tempat tinggal dengan pasar agaknya lumayan jauh, kalau jalan kaki sampai juga, namun capek. Duhh, mengeluh saja bisanya...bukan, bukan begitu, karena berhubung hari sudah sore bolehlah kami memutuskan untuk naik angkot kan. Bahkan jika hari masih pagi pun keputusan itu tak akan diri sesali sih.

Oh iya, rasanya perlu kuberitahu juga, untuk naik angkot dari kawasan Belakang Balok Itu biasanya ada mobil berwarna merah dan bernomorkan 15 didepannya. Rutenya sepanjang perjalanan hingga menuju tempat tujuan kami tadi, yaitu Pasar Bawah. Waktu itu isi angkotnya tidak terlalu penuh, nyaris sepi hingga yang tersisa hanya kami berdua sebagai penumpang dan bapak itu sebagai sopir. 
Disanalah cerita itu dimulai.
Sang bapak dengan usianya yang sudah tak muda, namun masih produktif untuk bekerja
Mengawali pembicaraan sederhana dengan “masih kuliah? Kuliah dimana nak?”
Dijawablah pertanyaan itu sebagaimana adanya. Hingga terciptalah dialog-dialog selanjutnya
Rincinya mungkin aku tak ingat, tapi intinya tentang kehidupan. Kehidupan rantau, anak koss, perjuangan, kisah itu sebagaimana juga terjadi padanya dan anaknya yang kini tengah berkuliah juga di nagari orang.

Sang bapak masih terus mengemudikan mobilnya, sembari berkisah tak lupa menengok kiri-kanan juga menyapa. Siapa tahu ada penumpang yang akan pergi ketempat tujuannya kan, ya sebagaimana rute angkot itu seharusnya lah. Dan beberapa mulai memenuhi isi angkot, pastinya dikursi penumpang, karna kursi sopirnya hanya satu, khusus untuk bapak itu saja. Kenapa? Ya karena bapak itu sopirnya.
Dihampir penghujung tujuan kami, sebagaimana yang kusangka pasti akan ada pemandangan indah seperti ini. Apa itu? “tumpukan durian, semobil isinya durian, orang makan durian, sejenis itulah” dan sedihnya diri hanya melihat dan numpang lewat. Hari berganti hari terus saja begitu.

Eitsss, perlukah diri ini ungkapkan bahwa sudah lama rindu Durian dan ingin Durian, tapi belum pernah kesampaian. Karena lalu, harganya masih mahal untuk ukuran yang terbilang tidak besar. Tapi ingin, dan jadinya tertahan.

Karena ada begitu banyaknya onggok-onggok Durian, diri pun bertanya dengan sang Bapak.
Kira-kira berapa harga berapa durian sekarang ya pak?”. Aihhh padahal ada kata durian yang kecil waktu itu, tapi malu mau dibilang. Dan entah mengapa juga waktu itu kutanyakan dengan sang Bapak, padahal bapak adalah Sopir bukan penjual Durian.

Syiaaaatttttt....
Dengan segera bapak tetiba memelankan laju angkotnya, kemudian menyapa penjual Durian yang ternyata orangnya bapak kenali. Bapak penjual Durian pun langsung menyambut sapaan itu, dan sekejap memberikan sebuah Durian kepada sang Bapak dengan meletakkannya dalam angkot. Para penumpang pun tampak bahagia, padahal tidak dikasih Durian. Apalagi sang  Bapak yang diberi Durian? Ya senang juga donggg... Bau Duriannya lagi harum, ada dimakan Tupai sedikit, yang kata bapak sopir itu kalau Durian dimakan Tupai pasti enak, manis. Entah benar atau tidak teori itu, diri juga tidak tahu. Yang pasti diri masih senang menyaksikan sebuah Durian.

Dialog per dialog masih berlanjut dengan sang Bapak, hingga akhirnya kami memutuskan berhenti dan turun lantaran sudah sampai tujuan. Sang Bapak mengiyakan, tak lupa kami bayar dan Bapak bilang “nanti pulangnya naik ini lagi ya...” kami pun mengiyakan dengan tawa ringan. Sang bapak berlalu dengan angkotnya menghantarkan penumpang lain ke tempat tujuan mereka masing-masing. Kami pun melanjutkan aktivitas kami, membeli A kemudian B, hingga C, D dan E lalu uang pun habis, tinggal tersisa untuk angkot selanjutnya. Jika sudah demikian, mau bagaiamana lagi, ya harus kembali kan.

Lalu kami berjalan dengan tas belanjaan masing-masing, menuju dan mencari angkot merah yang bertuliskan 15. Mengapa? Karena ada salah satu rute yang dilalui itu dekat tempat tinggal kami. Sungguh, diri sudah lelah menjelajah pasar sayur itu. Tak ada tenaga lebih untuk menantikan angkot sang Bapak tadi, kepikiran saja tidak. Kemudian ibarat kejutan, Terereng-terereng....kami menaiki angkot sang Bapak kembali. Sungguh tak disangka, rupanya lama kami berbelanja sama dengan rute angkot itu satu putaran. Kami pun tertawa, antara lucu dan berpikir kok bisa yaa. Ah rezeki memang tidak kemana kan Diallogos?

Dialog perdialog mulai terbangun lagi, bahasannya masih semanis Durian itu. Manis katamu? Mencoba pun belum. Percayalah, diri ini tahu dari penampakan dan baunya, meski kami sebenarnya cukup asing akhir-akhir ini. 2 belokan lagi, mungkin dialog dan pertemuan ini akan segera berakhir, karena tujuan untuk kembali kerumah “kontrakan” sudah dekat. Dengan hal yang diri ini tak sangka-sangka, Bapak mengikhlaskan Duriannya.

Sang Bapak bilang “Bisa buka Durian sendiri?” meski tak sering melakukannya tapi diri ini pernah. Terjawablah pertanyaan itu “bisa  pak, sudah pernah sebelumnya”. Dan lagi, terereng terereng... Sang Bapak mengkihlaskan Duriannya untuk diri, “MasyaAllah. Ini beneran pak?” ujar diri. “iya beneran, rezekinya adek. Memang sudah niat. Tadi kan bilang naik angkot ini lagi, dan beneran kan jadi naik angkot ini lagi. Dan selama tadi  ngobrol-ngobrol keinget sama anak yang jauh, mungkin dia juga lagi pengen Durian. ” jawab sang Bapak. “MasyaAllah, terimakasih banyak bapak” ucap diri yang tengah bahagia ini.

Bagaimana tidak, Diri yang sudah merindu lama dengan Durian, atas kejadian itu pun senang bukan kepalang. Tampak torehan senyum dari sang Bapak, dan diri pun jadi mesam-mesem juga. Terimakasih sebanyak-banyaknya terimakasih itu diri ucapkan kepada sang Bapak. Pas kami bertemu persimpangan, pertemuan itupun harus kembali berakhir, bapak pun mengiyakan. Tak lupa diri ini ucapkan Syukur dan semoga Sang Bapak panjang umur, sehat terus, dimudahkan rezekinya dan dijauhkan dari segala hal yang buruk.
Rezeki itu datang memang atas izin Allah, sesederhana itu kita pernah meminta, semewah itu Allah berikan. Kebaikan sore waktu itu semoga Allah balas dengan kebaikan lainnya ya Pak.

Pak, sekali lagi terimakasih. Meski sekarang Duriannya sudah habis bahkan kulitnya juga entah kemana, tapi untuk ketahuilah bersama bahwa manisnya masih terasa sampai sekarang, baunya masih semembahagiakan itu. Percayalah, kebaikan itu memang indah.

Salam hangat, Diallogi.
(Sani Utami)

Read More

Sabtu, 04 Januari 2020

Zamrud Di Tengah Debunya Jalanan Kota Padang

Januari 04, 2020 5
Picture By Hidayatullah.com
Awal bulan di tahun 2020, dan kali ini Diallogi balik lagi buat kalian guys.
Kemarin kemana aja? Ya liburan dong...
Kemana? Kemana-mana aja boleh...wkwkwk

Baiklah tanpa berlama-lama, Diallogi kali ini bakal ngajakin kalian jalan-jalan, tapi ada yang beda. Apa? ya semacam wisata religi lah. Tempatnya juga ga jauh-jauh banget dari tempat Diallogi, ga tau deh kalau kalian, hehehe. Kuy langsung aja ke TKP...

Oh iya sebelumnya ada yang tahu gak sama masjid kece yang ada dijalanan By Pass kota Padang? Yap namanya Masjid Baiturrahmah. Dan kali ini Diallogi bakal ngajakin kalian kesana.
Masjid Baiturrahmah yang mulai beroperasi sejak 15 Juli 2017  ini lengkapnya beralamatkan di Komplek Universitas Baiturrahmah , Jl. By Pass KM.15 , Aia Pacah Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat. Oh iya, bangunan masjid ini dibangun dengan konsep ala-ala Timur Tengah loh, penampakannya juga sangat menarik kan sobat. Disamping itu, Masjid Baiturrahmah juga memiliki empat menara yang menjulang tinggi disisi bangunannya serta terdapat kubah ukuran jumbo yang diapit oleh dua buah kubah ukuran sedang lalu dikelilingi lagi oleh 50 kubah kecil, pokoknya terlihat kece badai dah.

Saat sobat melihat dari sisi depan, kelihatan kan itu ada dua bulan sabit yang diapit oleh bintang dengan bertuliskan lafadzh Allah SWT dan Muhammad SAW serta dikelilingi oleh pohon palem, dan ada tulisan Masjid Baiturrahmah juga. Asal kalian tahu aja nih sobat, bagian ini tuh jadi spot foto favorit pengunjung untuk mengabadikan moment kalau kesini.

Saat siang hari Masjid ini akan terlihat putih bersih lalu pada malam hari akan terlihat hijau zamrud yang meneduhkan mata. Hijaunya ini bukan dicat ya sobat, melainkan permainan gradasi cahaya lampu yang ditembak dari berbagai sudut masjid ini.

Oh iya, kalau sobat sempat mampir untuk beribadah disini ga perlu risau sama tempat parkirnya, karena sangat luas. Tempat wudhunya gimana? Aman, karena dijamin bagus, bersih, dan air yang mengalir sampai jauh. Kok kayak iklan yang barusan? Ada yang nyadar gak sih?
Interior bagian dalam Masjid ini pun sangat memukau karena terdapat ukiran kaligrafi dari kayu, karpetnya juga alus pisan, trus yang bikin Diallogi ngerasa mewah banget tu lampu kristalnya yang besar betul sobat. Dan satu lagi, sekejap lupa sama panasnya kota Padang pas pertama masuk kedalam masjid, kenapa? adem betul rasanya, sejuk. Kok bisa? Ya hal tersebut terjadi karena adanya pendingin ruangan yang bekerja sangat optimal sobat.

Nah itulah sekilas gambaran tentang masjid ini, lalu kira-kira gimana sih pendapat Diallogi tentang Masjid yang satu ini?
OK, jadi seperti yang kita ketahui bersama ya kalau kenyamanan itu adalah hal utama yang akan diperhatikan oleh setiap individu, sama hal nya kayak kamu, eh tempat ibadah maksudnya.

Eitss tenang dulu, bukan berarti Diallogi disini mau ngejudge kalau tempat ibadah kurang nyaman ya sobat, nyaman kok,,,karena setiap tempat ibadah pasti akan dirawat oleh umat kan... Akan tetapi semakin eye catching suatu tempat maka akan semakin menarik minat orang untuk mendatangi tempat tersebut.  Ya kurang lebih seperti Masjid yang satu ini sobat, Masjid Baiturrahmah. Selain menyuguhkan desain yang menarik, bikin nyaman, adem, masjid ini juga bisa dijadikan sebagai salah satu sarana untuk  menarik umat islam kembali meramaikan masjid-masjid untuk beribadah. MasyaAllah, bikin betah deh pokoknya kalau lagi disini, soalnya ga cuma memanjakan mata aja sobat tapi juga mendamaikan hati dan pikiran.

So, BTW and Busway  liburan tahun baru kalian kemana sih sobat? Coba tulis di kolom komentar ya...
(Diallogi)
Read More

Selasa, 24 Desember 2019

Kebermaknaan Hidup Dari Sudut Pandang Psikologi

Desember 24, 2019 6
Haii Haii Hallo readers setia sobat Diallogi...
Kali ini Diallogi bakal ngebahas perihal makna hidup tapi dari sudut pandang psikologi. Kira-kira sobat disini udah punya makna belum sih dihidup kalian? Terus sebenarnya apa sih makna hidup itu?

Jadi gini sobat, ngebahas perihal makna hidup di psikologi juga ada tuh ahlinya, namanya Victor Frankl yang masuk dalam ranah psikologi eksistensial-humanistik. Jadi pak Frankl ini menekankan konsep tentang “kemauan akan arti” sobat. Katanya untuk menemukan makna hidup ini kita harus cari dan nemuin sendiri, hadirnya orang lain pun mereka hanya bisa menunjukkan atau mengarahkan. Kalau gitu ceritanya, Diallogi pun ga bisa ujuk-ujuk mempersembahkan itu buat kalian para sobat Diallogi. Kalian harus berjuang, pasti bisa.

Lalu konsep dari makna hidup itu sendiri apa sih?
Berbicara perihal konsep, pak Frankl ini menyebutkan dalam teorinya sebagai Logoterapi yang artinya mengakui manusia sebagai makhluk yang punya kebebasan dan dapat menentukan apa hal atau jalan terbaik sebagaimana keinginannya sobat. Manusia disini digambarkan sebagai satu kesatuan yang terdiri dari dimensi somatic (ragawi), psikis dan spiritual.

Berarti orientasi teori dari pak Frankl disini jelas dong ya, bukan masa lalu atau masa sekarang, melainkan masa mendatang (future oriented) sobat. Kenapa gitu? Ya soalnya makna itu kan harus dicari dulu, trus dalam keadaan sadar dan sengaja lalu kita jadikan ia sebagai tujuan untuk diraih dan diperjuangkan. Kayak kamu..eh. 

Ngomongin tentang Logoterapi, ini dibangun dari 3 asumsi dasar sobat, yaitu kebebasan berkeinginan, keinginan akan makna dan makna hidup. Ketiganya saling menopang satu sama lain. Memang sih kita bebas untuk berkeinginan tentang apapun, tapi inget juga sobat kalau kebebasan disini bukan bebas sebebas-bebasnya tanpa batas. Tapi kebebasannya lebih diartikan untuk menentukan sikap terhadap kondisi-kondisi biologis, psikologis, dan sosiokultural secara sadar dan harus dapat menerima tanggung jawab dari setiap kondisi yang mengikuti si kebebasan yang sobat pilih itu, baik pada lingkungan sosial maupun diri sendiri. Intinya kebebasan yang dimaksudkan pak Frankl, saat sobat berani ambil suatu sikap atau keputusan, trus tiba-tiba ada masalah, hadapi masalah itu cuy, bukan malah lari.

Perihal keinginan akan makna, inilah yang mendorong setiap manusia untuk melakukan berbagai kegiatan sobat, biar yang dirasain dalam hidup tu berguna, berharga dan berarti (meaningfull). Dan perihal makna hidup itu merupakan hal yang dianggap penting karena memberi nilai khusus buat seseorang sobat, sehingga layak untuk dijadikan tujuan dalam hidup. Kalau sudah gitu siapa yang ga bahagia coba? Ya ga ada lah...

Apa yang terjadi ketika Seseorang Kekurangan/Kehilangan Makna Hidup?
Pak Frankl berkata, ketika seseorang mengalami hal tersebut itu namanya seseorang tengah mengalami neurosis atau sebutan khususnya noogenic neurosis. Keadaan macam apa itu? Ini adalah suatu keadaan yang bercirikan tanpa arti, tanpa maksud, tanpa tujuan dan hampa sobat. Kayak Diallogi tanpa kalian... ga bergairah, ada yang kurang, kosong, ya semacam itulah.

Terus Gimana Caranya Menemukan Makna Hidup?
Dalam menemukan makna hidup kita harus dapat menerima dan memahami dengan cara merenungkan bahwa kita memiliki kebebasan, suara hati serta tanggung jawab. Sebagaimana sebelumnya sobat, meskipun kita memiliki kebebasan tapi sebenarnya manusia itu makhluk terbatas, begitupun kebebasannya. Dengan memahami konsep itu maka kita pun akan dapat menyadari keadaan diri dan suara hati. Pak Frankl mengartikan suara hati sebagai kemampuan intuitif manusia untuk menemukan makna dalam hidupnya, inilah yang membuat kekhasan akan makna dalam setiap situasi. Dan ketauilah sobat, keduanya menemukan ekspresi di dalam tanggung jawab. Jadi, dinamikanya kurang lebih begini sobat,
kita punya kebebasan, bebas tanpa adanya tanggung jawab maka akan jadi kesewang-wenangan. Lalu dengan tanggung jawab, kita sebagai individu dihadapkan untuk menemukan makna bagi hidup kita itu”.

Disamping itu pak Frankl juga memiliki tiga cara yang bisa dilakukan untuk menemukan makna hidup loh sobat. Kira-kira apa aja ya, kuy simak bagian yang berikut ini.
1. Creative values.  Panggilan akan makna hidup tidak dijawab hanya dengan ungkapan melainkan tindakan sobat. Dan jawaban perihal makna hidup akan terjawab dengan bertindak aktif pada kondisi aktual sehari-hari, seperti dalam pekerjaan. Loh kok pekerjaan? Iya, karena kita dapat menggunakan kekuatan-kekuatan kreatif kita biasanya melalui pekerjaan yang kita lakoni itu sobat. 
2. Experiential values didapatkan dengan cara menghayati kebaikan, kebenaran dan keindahan. Contohnya gimana? Ya seperti menikmati alam, budaya, karya seni, dan masih banyak lainnya. Biasanya nih sobat, Experiential values yang paling dalam didapatkan manusia adalah dengan mencintai orang lain. Karena dengan cinta itu adalah satu cara untuk memahami manusia sedalam-dalamnya, dapat meilhat karakter, kekurangan, kelebihan, dan potensi dari seseorang. Hal yang menarik dari cinta sejati yang di bahas pak Frankl nih sobat, ketika kita mencintai seseorang, yang kita cintai bukanlah apa yang dimilikinya, tapi eksistensinya. Dengan eksistensinya itulah seseorang yang kita cintai tampil sebagaimana pribadi yang tak bisa dibandingkan atau digantikan oleh orang lain. Dan cinta tidak hanya sekadar situasi emosional, tapi cinta adalah tindakan intensional yang tertuju pada esensi dari seorang pribadi yang dicinta. Esensi ini tidak tergantung dengan eksistensi, sehingga dapat dikatakan bahwa cinta lebih kuat daripada kematian. Kenapa? karena ketika eksistensinya (orang yang dicinta) direnggut oleh kematian, esensinya tak akan pernah mungkin tersentuh oleh kematian. Romantis bukannn...
3. Attitudinal values, merupakan makna hidup yang lahir dari sikap seseorang menghadapi realita kehidupan yang ada sobat. Sebagai manusia, tidak menutup kemungkinan dalam menemukan makna kita kerap dihadapkan pada nasib atau penderitaan yang tak bisa dielakkan. Pak Frankl pun pernah mengatakan “Penderitaan tak akan jadi lagi penderitaan ketika si penderita sudah menemukan makna dari apa yang menjadi penderitaannya”.

Semoga sobat Diallogi semuanya dapat segera menemukan apa makna hidup kalian ya. Ehh iya, makna hidup itu sifatnya personal dan unik sobat, jadi setiap kita bebas menentukan cara kita masing-masing untuk menemukan dan menciptakan makna seperti apa dalam hidup.
So, selamat mencari semoga dapat. See you... (Sani Utami)
Read More

Kamis, 19 Desember 2019

Cara Download Journal Berbayar Secara Gratis di ScienceDirect

Desember 19, 2019 6
Hallo hai sobat Diallogi...
Kalian pernah bingung gak sih pas butuh jurnal internasional untuk kebutuhan riset, tugas, bahan makalah, atau hanya ingin menambah bahan bacaan, tapi ternyata jurnalnya tidak bisa diakses gratis, harus bayar cuy, mahal pula. Kalo iya, coba deh simak ulasan Diallogi kali ini ya sobat.

Jadi gini, sebenarnya untuk mengakses dan mencari jurnal-jurnal nasional atau internasional sudah banyak tu situsnya, seperti Google Scholar, EBSCO, JSTOR, ProQuest, Scopus, DOAJ, ScienceDirect, dan masih banyak lainnya.

Untuk dapat menikmati jurnal-jurnal itu, beberapa instansi, atau universitas biasanya berlangganan, jadi kalian yang sudah punya akses begitu mudah, ga usah repot-repot lagi cari cara biar bisa nikmatin jurnal yang berkualitas tapi ga bayar, alias gretongan.

Para sobat semua cari jurnalnya  bisa dimanapun ya, tapi biar mudahnya + ga ribet, Diallogi contohkan lewat ScienceDirect aja. Kuyy langsung aja kita mulai...
1. Buka dulu situs sciencedirect.com nya ya sobat. Setelah kalian buka, beginilah tampilan awalnya.
2. Setelah itu sobat dapat mengetikkan kata kunci dari jurnal yang akan dicari, misalnya saja kata “love” yang berarti jurnal berkaitan tentang cinta. Oh iya sobat juga bisa menggunakan pencarian berdasar author name, journal/book title, issue, dll. Kalau sudah trus klik enter atau tekan tanda search deh.
3. Kemudian muncul lah berbagai jurnal yang kita cari membahas perihal “love” seperti ini.  Kalau dari datanya sih ada 201, 062  artikel yang berkaitan dengan “love” sobat, banyak bukan main kan.
4. Pilih jurnal yang sobat butuhkan dengan cara mengkliknya. Contohnya aja Diallogi pilih jurnal yang bagian ditandai ini ya sobat. 
5. Setelah di buka muncul lah tampilan seperti ini. Sebenarnya kunci untuk membuka jurnal yang berbayar ini ada di DOI nya sobat, dimanapun cari jurnalnya yang kebetulan berbayar, asalkan sobat ketemu nomor serial DOI. nya pasti masih bisa diusahakan untuk dibuka dan diunduh (download). Pada tampilan ini kelihatan kan mana doi. nya. Iyap, bagian yang biru itu. Terus jangan lupa kalian copy (CTRL + C) ya sobat.
Jika sudah,  yuk ke langkah selanjutnya:
1. Sobat tercinta dapat membuka tab baru, dan kemudian cari aja sci-hub.tw. Mungkin akan ada masanya domain dari Sci-hub ini berubah, tapi ga perlu sedih, biasanya dengan mengetikkan sci-hub aja udah langsung ketemu, Cuma domainnya aja yang beda. Setelah itu akan muncul tampilan halaman utama yang seperti ini.
2. Tadi kan sobat sudah copy tu serial nomor doi nya, jadi tinggal tekan CTRL V aja atau paste deh dibagian kolom yang telah disediakan. Kalau udah tinggal tekan enter atau klik tanda kunci yang bertuliskan open.
3. Nah biasanya beberapa jurnal yang akan dibuka Sci-hub meminta kita untuk menuliskan kembali huruf atau angka yang ada diatas itu ke bagian kolom yang telah disediakan (letaknya tepat dibawah tulisan besar). Jika sudah, klik aja lagi bagian bawah kolom yang sudah kita tulis tadi atau tekan enter.
4. Tralalaaa... jurnal langsung terbuka untuk kalian dan cus download aja ga perlu bayar gengs. 
Mudah bukannn...
Sekian dulu ya bagi tips dari Diallogi kali ini sobat. Jangan lupa tinggalkan komentar, kritik dan saran atau mau request tips lainnya yang mungkin kalian butuhkan juga boleh loh. Ditunggu yaaa...
Terimakasih kunjungannya, jumpa lagi di edisi lainnya sobat Diallogi.
Dadaaaa...
(Sani Utami)

Read More

Rabu, 18 Desember 2019

Menggapai Harapan Lahirnya Bung Hatta Baru Untuk Tanah Air: Refleksi dan Pandangan Bung Hatta (1902-1932)

Desember 18, 2019 5
Selasa (17/12), UPT Perpustakaan Proklamator Bung Hatta mengadakan seminar kajian bahan pustaka dengan mengangkat tema “Pemuda Indonesia dan Politik: Refleksi dan Pandangan Bung Hatta Tahun 1902-1932”. Acara seminar ini dihadiri oleh sekitar 300 peserta dari berbagai kalangan mahasiswa, guru, dll.
Narasumber yang dihadirkan UPT Perpustakaan Proklamator Bung Hatta adalah Zamakhsyari Abrar, Drs. Melfi Abra, M. Si, Dr. Silfia Hanani, dan dimoderatori oleh Dra. Nurjani, M. Si.
Dalam seminar ini, materi yang disampaikan mengulas seputar kilas balik sejarah Athar yaitu nama kecil dari Mohammad Hatta, Wakil Presiden RI pertama. Mohammad Hatta atau Bung Hatta lahir di Bukittinggi pada tanggal 12 Agustus 1902. Sosok Bung Hatta dan segala prestasi serta karakternya tidaklah dibangun dengan tiba-tiba, melainkan sejak kecil Bung Hatta telah ditempa melalui pola asuh, sekolah, dan pendidikan agama yang kuat dari gurunya Syeikh Djamil Djambek (seorang ulama besar di Bukittinggi). Dalam perjalanannya, kesadaran Bung Hatta pada politik dimulai sejak usia 16 tahun, dimana Hatta tergabung menjadi aktivis organisasi sebagai bendahara Jong Sumatranen Bond (JSB).

Membahas perjuangan Bung Hatta memang sangat menarik, terlebih bagi pemuda Indonesia saat ini. Pak Melfi pun menyampaikan bahwa untuk menjadi Bung Hatta selanjutnya mungkin caranya akan berbeda dengan zaman Bung Hatta waktu dulu.
“Memang bentuk perjuangannya akan berbeda, karena tantangan generasi saat ini bukan lagi menghadapi penjajah, melainkan persaingan era globalisasi dan revolusi 4.0. Sehingga generasi saat ini dihadapkan pada cita-cita dan masa depan untuk bertahan hidup juga berprestasi dengan lifeskill didunia yang terus bergerak dinamis”

Bung Hatta memang menjadi salah satu tokoh yang patut untuk ditiru oleh pemuda Indonesia masa kini (millenial) terlebih bagi mereka yang ingin terjun ke politik. Karena Hatta berpolitik  secara matang, berpolitik tidak hanya perihal keinginan tapi dibangun dengan karakter dan pendidikan. Alasan Bung Hatta berpolitik  juga bukanlah untuk menambah kekayaan atau mencari makan, melainkan hanya untuk memperjuangkan kesejahteraan bangsa Indonesia. Selain itu Bung Hatta dikenal sebagai sosok yang Istiqomah, karena Bung  Hatta mau melepaskan jabatannya sebagai wakil presiden sebab pandangannya sudah tak sejalan atau adanya perbedaan visi dan pendekatannya dalam mengelola negara dengan bapak proklamator.

Disamping itu, ada sisi menarik lainnya dari Bung Hatta sebagaimana disampaikan oleh Ibu Silfia Hanani.
“Sewaktu akan di penjara dan diasingkan ada hal menarik dari Bung Hatta ini, bahwa Hatta membawa semua buku-bukunya, tidak ingin ditinggal. Oleh karena itu Hatta pernah mengatakakan  Aku Rela Dipenjara Asal Bersama Buku, Karena Dengan Buku Aku Bebas”.

Dalam kisahnya, Bung Hatta juga memiliki sisi romantis tersendiri, dimana Bung Hatta pernah berjanji tidak akan menikah sebelum Indonesia merdeka. Hingga akhirnya 18 November 1945 Bung Hatta menikah dengan Siti Rahmiati Rachim dengan mempersembahkan buku hasil karyanya yang berjudul “Alam Bawah Sadar Yunani” kumpulan pemikiran Bung Hatta dan ditulis ketika berada dalam penjara. 
Penutupan
Bung Hatta memang layak untuk dijadikan sebagai panutan atau trensetter bagi generasi masa kini terutama karakter moral, karakter kinerjanya dalam meningkatkan kompetensi (critical, creatif, communicatife, colaboration) serta literasi. (Sani Utami)
Read More

Post Top Ad

Your Ad Spot