Diallogi: Travelling

HEADLINE

Post Top Ad

<>
Tampilkan postingan dengan label Travelling. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Travelling. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 Januari 2020

Zamrud Di Tengah Debunya Jalanan Kota Padang

Januari 04, 2020 5
Picture By Hidayatullah.com
Awal bulan di tahun 2020, dan kali ini Diallogi balik lagi buat kalian guys.
Kemarin kemana aja? Ya liburan dong...
Kemana? Kemana-mana aja boleh...wkwkwk

Baiklah tanpa berlama-lama, Diallogi kali ini bakal ngajakin kalian jalan-jalan, tapi ada yang beda. Apa? ya semacam wisata religi lah. Tempatnya juga ga jauh-jauh banget dari tempat Diallogi, ga tau deh kalau kalian, hehehe. Kuy langsung aja ke TKP...

Oh iya sebelumnya ada yang tahu gak sama masjid kece yang ada dijalanan By Pass kota Padang? Yap namanya Masjid Baiturrahmah. Dan kali ini Diallogi bakal ngajakin kalian kesana.
Masjid Baiturrahmah yang mulai beroperasi sejak 15 Juli 2017  ini lengkapnya beralamatkan di Komplek Universitas Baiturrahmah , Jl. By Pass KM.15 , Aia Pacah Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat. Oh iya, bangunan masjid ini dibangun dengan konsep ala-ala Timur Tengah loh, penampakannya juga sangat menarik kan sobat. Disamping itu, Masjid Baiturrahmah juga memiliki empat menara yang menjulang tinggi disisi bangunannya serta terdapat kubah ukuran jumbo yang diapit oleh dua buah kubah ukuran sedang lalu dikelilingi lagi oleh 50 kubah kecil, pokoknya terlihat kece badai dah.

Saat sobat melihat dari sisi depan, kelihatan kan itu ada dua bulan sabit yang diapit oleh bintang dengan bertuliskan lafadzh Allah SWT dan Muhammad SAW serta dikelilingi oleh pohon palem, dan ada tulisan Masjid Baiturrahmah juga. Asal kalian tahu aja nih sobat, bagian ini tuh jadi spot foto favorit pengunjung untuk mengabadikan moment kalau kesini.

Saat siang hari Masjid ini akan terlihat putih bersih lalu pada malam hari akan terlihat hijau zamrud yang meneduhkan mata. Hijaunya ini bukan dicat ya sobat, melainkan permainan gradasi cahaya lampu yang ditembak dari berbagai sudut masjid ini.

Oh iya, kalau sobat sempat mampir untuk beribadah disini ga perlu risau sama tempat parkirnya, karena sangat luas. Tempat wudhunya gimana? Aman, karena dijamin bagus, bersih, dan air yang mengalir sampai jauh. Kok kayak iklan yang barusan? Ada yang nyadar gak sih?
Interior bagian dalam Masjid ini pun sangat memukau karena terdapat ukiran kaligrafi dari kayu, karpetnya juga alus pisan, trus yang bikin Diallogi ngerasa mewah banget tu lampu kristalnya yang besar betul sobat. Dan satu lagi, sekejap lupa sama panasnya kota Padang pas pertama masuk kedalam masjid, kenapa? adem betul rasanya, sejuk. Kok bisa? Ya hal tersebut terjadi karena adanya pendingin ruangan yang bekerja sangat optimal sobat.

Nah itulah sekilas gambaran tentang masjid ini, lalu kira-kira gimana sih pendapat Diallogi tentang Masjid yang satu ini?
OK, jadi seperti yang kita ketahui bersama ya kalau kenyamanan itu adalah hal utama yang akan diperhatikan oleh setiap individu, sama hal nya kayak kamu, eh tempat ibadah maksudnya.

Eitss tenang dulu, bukan berarti Diallogi disini mau ngejudge kalau tempat ibadah kurang nyaman ya sobat, nyaman kok,,,karena setiap tempat ibadah pasti akan dirawat oleh umat kan... Akan tetapi semakin eye catching suatu tempat maka akan semakin menarik minat orang untuk mendatangi tempat tersebut.  Ya kurang lebih seperti Masjid yang satu ini sobat, Masjid Baiturrahmah. Selain menyuguhkan desain yang menarik, bikin nyaman, adem, masjid ini juga bisa dijadikan sebagai salah satu sarana untuk  menarik umat islam kembali meramaikan masjid-masjid untuk beribadah. MasyaAllah, bikin betah deh pokoknya kalau lagi disini, soalnya ga cuma memanjakan mata aja sobat tapi juga mendamaikan hati dan pikiran.

So, BTW and Busway  liburan tahun baru kalian kemana sih sobat? Coba tulis di kolom komentar ya...
(Diallogi)
Read More

Selasa, 10 Desember 2019

Taman Baca Mutiara Hati Nagari Dongeng Kota Bukittinggi

Desember 10, 2019 6
Jreng Jreng Jrenggggg...
Kembali lagi menyapa sobat Diallogi dengan nuansa asri, sejuk, dan edukatif pastinya. Oke sobat, kali ini kita akan sedikit berbincang perihal TBM (Taman Baca Masyarakat). TBM ini hadir tujuannya tidak lain dan tidak bukan adalah untuk meningkatkan minat baca dan budaya baca masyarakat, ya supaya pada "melek huruf", biar ga ada lagi tuh istilah "buta aksara". Dengan demikian, maka diharapkan masyarakat akan menjadi lebih cerdas, kritis, dan ga mudah kemakan hoaks. Karena segala informasi yang diterima pasti akan dibaca baik-baik kemudian dikroscek lagi kebenarannya, sehingga masyarakat akan bisa membedakan mana yang fakta dan mana yang rekayasa.
Membahas perihal TBM ini, Bukittinggi juga punya loh. Namanya Taman Baca Mutiara Hati Nagari Dongeng, yang mana TBM ini dikembangkan oleh Bpk Nofi Ferdian. Alamatnya ada di Jl. Padat Karya, Puhun Pintu Kabun, Mandiangin Koto Senayan, Bukittinggi. Bagi sobat Diallogi yang ingin berkunjung kesana, boleh banget. Terlebih sekarang sudah ada yang namanya GoJek, so kalian tinggal ketik-ketik aja lalu pesan, tau-tau ada yang jemput trus diantarin sampai alamat. Keren bukannn...
Tapi kak, ga ada tuh ketemu Taman Baca Mutiara Hati pas mau set alamat tujuannya... Tenang... dikasih solusinya kok. Untuk memudahkan, kalian bisa set alamat tujuannya ke "Rumah Sehat dan Taman Bunga".
Kenapa namanya beda lagi? bukan beda, hanya saja waktu dulu Pak Nof memang menyalurkan hobinya disana, yaitu mempercantik halaman rumahnya dengan menanam berbagai tanaman hias seperti bunga, sehingga jadilah Rumah Sehat yang dipenuhi dengan bunga-bunga. Baru beberapa tahun kemudian, Pak Nof memutuskan untuk menjadikannya Taman Baca Masyarakat dengan menambah koleksi buku-buku.
Meski udah jadi TBM, bunga-bunganya masih tetap ada, sayur-sayuran juga ada, bahkan buah pun ada, karena pak Nof memang menjadikan konsep alam untuk TBM nya. Jadi, siapapun yang akan berkunjung kesana dapat belajar tidak hanya dari buku tapi dari alam dan dari lingkungan sekitar secara langsung. Bahkan jika kalian ingin bibit bunga atau buah, bisa juga membelinya disana. Kalau lapar pun ga perlu cemas, Taman Baca Mutiara Hati Nagari Dongeng menyediakan kafe kecil-kecilan untuk jajan kamu.
Memang sangat menarik bukan, tak heran jika akhirnya banyak warga asing yang berkunjung kemari. Bagi kalian wahai sobat Diallogi terutama warga lokal atau yang ada rencana buat liburan ke Bukittinggi, ayo main sini, dijamin ga bakalan nyesel deh.

So, ga salah kan kalau namanya Nagari Dongeng, karena tempatnya emang se-kece itu, buat kita berimajinasi kayak seakan-akan emang lagi di Nagari Dongeng. Tempat ini pokoknya recomended banget, bisa buat agenda kunjungan anak-anak sekolah, belajar bersama, buat pengajian, acara mendongeng, bercerita, buat cari inspirasi bahan tulisan, puisi, cerpen dan lainnya atau hanya sekedar jalan-jalan santai menikmati hijaunya alam nan asri. Oh iya satu lagi, kalian yang suka hunting foto coba deh kesini, rasanya setiap sisi dari Taman Baca Mutiara Hati Nagari Dongeng ini ga ada habisnya buat dijadiin spot-spot foto menarik kalian.
Akhir kata semoga saja ini  bisa menginspirasi siapapun untuk ikut bergerak dan terlibat dalam aksi-aksi bermanfaat untuk lingkungan sosial dan sekitar seperti Pak Nof. Intinya mulai aja dari yang kecil-kecil dulu, kan sesuatu yang besar juga berawal dari yang kecil-kecil. 

Dan untuk kalian para sobat Diallogi, jumpa lagi di edisi lainnya ya. Salam Literasi...

(Sani Utami)

Read More

Sabtu, 30 November 2019

Amorphophallus Titanum Yang Dikenal Dengan Bunga Bangkai Raksasa

November 30, 2019 15

Hallo sobat Diallogi... Jum’at siang (29/11) Komunitas Blogger Bukittinggi melakukan ekspedisi untuk melihat Bungai Bangkai raksasa yang tengah mekar di Jorong Sitingkai, Kenagarian Koto Rantang, Kecamatan Palupuah, Kabupaten Agam, Sumatra Barat. Perjalanan dimulai dari Kota Bukittinggi menggunakan mobil berwarna hitam yang berisikan 5 orang didalamnya. Rute yang dilalui awalnya tidak terlalu buruk, hanya jalan berlika-liku yang akhirnya membuat mabuk kepayang.
Perjalanan dari Bukittinggi
Oh iya, beberapa kali kami juga sempat “talonsong” loh atau kelewatan. Maklum ini awal perjalanan dengan berpegang alamat seadanya ditambah ketidaktahuan yang dipandu dengan insting. Alhasil ya kelewat sana, kelewat sini. Tidak masalah, kan jalan-jalan. Ya kan, Ya kan??
Bonus Talonsong
Bagi kalian wahai sobat Diallogi, ketahuilah bersama bahwa “talonsong” bukanlah akhir dari perjalanan. Ya, karena rute sebenarnya yang harus  dilalui tidaklah sebaik rute “talonsong” itu. Kami harus berjuang, terutama bunda kami yaitu bunda Erma yang mengemudikan mobil
Awal pertama memasuki kisah kita akan disambut dengan jalan yang hanya di cor bukan aspal, yang akhirnya menghasilkan terjal. Bebatuan kecil maupun besar tersebar bebas dengan jenis tanah berpasir didampingi tebing tinggi dan juga jurang kiri kanan serta tanjakan dan turunan yang sungguh berarti. Untung saja ditengah perjalanan kami dibantu oleh pemandu dari daerah setempat, jadi ada yang ngarahin mobilnya + diantarin sampai lokasi deh. Dan untuk Pak Pemerintah, semoga esok ketika bunga ini mekar kembali, jalan ini tak akan lagi begini ya.
Penampakan Jalan Menuju Lokasi
Maju buk, Terus Terus
Dorong Terus banggg
Mobil Meluncur
Selama kurang lebih Satu Jam perjalanan, akhirnya rasa awas, penat dan letih kami terbayar menyaksikan indahnya Bunga Bangkai Raksasa secara langsung.
Mengenal Bunga Bangkai yang Langka
Bunga Bangkai
Bunga Bangkai atau Amorphophallus Titanum merupakan tanaman endemik Pulau Sumatra dan dinobatkan sebagai bunga langka dan terancam punah lantaran keberadaanya yang sulit ditemui. Bunga Bangkai ini juga dilindungi undang-undang loh. Jadi ga boleh asal cabut terus dibawak pulang, tanam depan rumah ya, bisa-bisa sobat nanti ditangkap pakpol. Kalau diwilayah ini sih memang sudah menjadi tempat pengembangan si bunga bangkai raksasa ini. 
Himbauan Bagi Pengunjung
Sangking Dijaganya, Bunga Ini Diawasi Kamera 24 Jam
Berdasarkan penuturan Bang Heru kegiatan ini sudah dimulainya sejak awal 2018 dan hingga November 2019 sudah ada yang mekar satu. Jadi bunga yang sedang mekar sekarang ini dan diwilayah ini tu ditanam ya sobat, ga ujuk-ujuk nongol gitu aja.
Selain itu terdapat juga belasan rumpun bunga bangkai yang coba untuk dikembangkan kembali dan terbagi dibeberapa titik dalam satu lokasi yang sama. Dalam pengembangannya bunga ini tidak bisa hidup jika terpapar panas matahari langsung, sehingga memang dibutuhkan tempat yang dingin juga rimbun untuk menghalau sinarnya.
Seperti yang satu ini nih sobat. Tapi jangan kira yang begini dalam seminggu dua minggu bakal mekar ya, karena nunggunya lama, yaitu antara 3-4 tahun.
Abangnya lagi nunjukin rumpun bakal Bunga Bangkai
Do'akan Aku Sehat yaa
Bunga ini juga ga boleh dipegang ya sobat Diallogi, karna dia super duper sensitif sama sentuhan. Jadi kalo mau ambil foto ala-ala megang gitu ya diakalin aja.
Foto Ala-Ala
Penasaran ga sama baunya?
Iya namanya juga bunga bangkai sobat, jadi terciumlah sedikit aroma-aroma yang dikeluarkan dari bunga ini, tapi tidak terlalu menyengat kok. Mungkin karena udah beberapa hari mekarnya ya, soalnya kata si pemandu, bunga ini memang bau, terlebih pas pertama mekar.
Terus, Bunga bangkai raksasa ini hanya mekar sempurna selama satu hari dan dapat dinikmati selama kurang lebih 4-5 hari. Setelah itu bunga akan layu dan mati. Kemudian dalam bagian tubuh bunga ini juga terdapat buah, pas bunga itu mati, buah yang didalmnya akan dikembangkan lagi hingga menjadi rumpun dan pastinya membutuhkan waktu yang tidak sebentar.
Kelopak Bunga Bangkai
Penampakan Bunga Bangkai Dari Bawah
Kalo perawatannya gimana?
Perihal perawatan, bunga yang satu ini katanya hanya menerima pupuk kompos atau organik. Jadi kalo yang berbahan kimia bye bye lah.
Yang pasti dan tidak boleh terlupa sobat, mengabadikan moment bersama, karena itu penting. Arsip, atau kenang-kenangan? Ya itulah pokoknya.
Cekrek 1
Cekrek 2
Jadi begitulah cerita si bunga bangkai. Perjalanan hidupnya memang lama, soalnya kalo ga gitu ya ga jadi langka sobat.
OTW Pulang
Sekian dulu ya sobat Diallogi, jumpa lagi di edisi lainnya dan jangan lupa tinggalkan komentarmu dibawah.

(Sani Utami)

Read More

Sabtu, 16 November 2019

Tanah Data Nan Elok | Istano Basa Pagaruyuang

November 16, 2019 2
Siapa yang tidak tahu, bahwa rumah dengan ciri khas bentuk atapnya yang unik ini pasti berasal dari ranah minang Sumatra Barat. Bentuk atap yang demikian disebut juga dengan atap gonjong atau  atap yang menyerupai tanduk kerbau. 

Seperti Istano Basa Pagaruyuang atau kerap disebut Istana Pagaruyuang merupakan salah satu destinasi wisata yang populer dan wajib untuk dikunjungi saat tengah berada di bumi Minangkabau. Istana ini terletak di Jl. Sutan Alam Bagargasyah, Nagari Pagaruyung, Kecamatan Tanjung Emas, Kota Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatra Barat. 

Saat mengunjungi tempat ini, kita akan disambut dengan gapura besar bertuliskan "Istana Basa Pagaruyung" yang menjadi pintu masuk dan keluar pengunjung. Kemudian kita akan menapaki susunan batu alam yang akan mengarahkan kita ke Istana dan beberapa lokasi lainnya disekeliling istana. Ketika kaki perlahan melangkah, maskot-maskot dengan karakter khas minangkabau menyapa begitu ramah, bahkan tak jarang beberapa pengunjung tertarik untuk mengabadikan gambar bersama mereka. 


Sebelum memasuki ruang istana, setiap pengunjung diminta untuk melepaskan alas kaki. Nah biasanya didepan tangga-tangga itu akan ada penjaga yang mengingatkan serta menawarkan kantong kresek guna menyimpan sepatu atau sandal yang kita pakai. Sehingga nantinya seusai  melihat isi istana, kita tidak perlu bersusah payah mencari si alas kaki. Satu lagi, jangan lupa berikan bayaran  atas jasa yang telah kita nikmati ya. Tenang, bayarannya sukarela saja kok.

Bangunan Istana Pagaruyuang memang sangat besar dan megah serta memiliki 3 lantai. Lantai dasar berisikan pameran barang-barang peninggalan kerajaan Pagaruyung yang ditempatkan dibilik etalase kaca, adapula pakaian adat pembesar istana dan kerabatnya.  Di sisi tengah bagian lantai dasar atau sejajar pintu masuk juga terdapat kain warna-warni yang menjuntai dari langit-langit, sungguh pemandangan yang indah. Untuk naik kelantai dua dan tiga kita akan dihantarkan oleh tangga yang terbuat dari kayu.
Setiap ornamen yang disuguhkan Istana Pagaruyung mempunyai makna tersendiri karena dibuat dengan sentuhan yang sangat tradisional. Seperti, atap istana terbuat dari ijuk,  bagian lantai, tiang dan dinding yang dibuat menggunakan material kayu ditambah ukiran-ukiran yang mengambarkan filosofi budaya Minangkabau. 

(Sani Utami)
Read More

Post Top Ad

<>