Amorphophallus Titanum Yang Dikenal Dengan Bunga Bangkai Raksasa - Diallogi

HEADLINE

Post Top Ad

<>

Sabtu, 30 November 2019

Amorphophallus Titanum Yang Dikenal Dengan Bunga Bangkai Raksasa


Hallo sobat Diallogi... Jum’at siang (29/11) Komunitas Blogger Bukittinggi melakukan ekspedisi untuk melihat Bungai Bangkai raksasa yang tengah mekar di Jorong Sitingkai, Kenagarian Koto Rantang, Kecamatan Palupuah, Kabupaten Agam, Sumatra Barat. Perjalanan dimulai dari Kota Bukittinggi menggunakan mobil berwarna hitam yang berisikan 5 orang didalamnya. Rute yang dilalui awalnya tidak terlalu buruk, hanya jalan berlika-liku yang akhirnya membuat mabuk kepayang.
Perjalanan dari Bukittinggi
Oh iya, beberapa kali kami juga sempat “talonsong” loh atau kelewatan. Maklum ini awal perjalanan dengan berpegang alamat seadanya ditambah ketidaktahuan yang dipandu dengan insting. Alhasil ya kelewat sana, kelewat sini. Tidak masalah, kan jalan-jalan. Ya kan, Ya kan??
Bonus Talonsong
Bagi kalian wahai sobat Diallogi, ketahuilah bersama bahwa “talonsong” bukanlah akhir dari perjalanan. Ya, karena rute sebenarnya yang harus  dilalui tidaklah sebaik rute “talonsong” itu. Kami harus berjuang, terutama bunda kami yaitu bunda Erma yang mengemudikan mobil
Awal pertama memasuki kisah kita akan disambut dengan jalan yang hanya di cor bukan aspal, yang akhirnya menghasilkan terjal. Bebatuan kecil maupun besar tersebar bebas dengan jenis tanah berpasir didampingi tebing tinggi dan juga jurang kiri kanan serta tanjakan dan turunan yang sungguh berarti. Untung saja ditengah perjalanan kami dibantu oleh pemandu dari daerah setempat, jadi ada yang ngarahin mobilnya + diantarin sampai lokasi deh. Dan untuk Pak Pemerintah, semoga esok ketika bunga ini mekar kembali, jalan ini tak akan lagi begini ya.
Penampakan Jalan Menuju Lokasi
Maju buk, Terus Terus
Dorong Terus banggg
Mobil Meluncur
Selama kurang lebih Satu Jam perjalanan, akhirnya rasa awas, penat dan letih kami terbayar menyaksikan indahnya Bunga Bangkai Raksasa secara langsung.
Mengenal Bunga Bangkai yang Langka
Bunga Bangkai
Bunga Bangkai atau Amorphophallus Titanum merupakan tanaman endemik Pulau Sumatra dan dinobatkan sebagai bunga langka dan terancam punah lantaran keberadaanya yang sulit ditemui. Bunga Bangkai ini juga dilindungi undang-undang loh. Jadi ga boleh asal cabut terus dibawak pulang, tanam depan rumah ya, bisa-bisa sobat nanti ditangkap pakpol. Kalau diwilayah ini sih memang sudah menjadi tempat pengembangan si bunga bangkai raksasa ini. 
Himbauan Bagi Pengunjung
Sangking Dijaganya, Bunga Ini Diawasi Kamera 24 Jam
Berdasarkan penuturan Bang Heru kegiatan ini sudah dimulainya sejak awal 2018 dan hingga November 2019 sudah ada yang mekar satu. Jadi bunga yang sedang mekar sekarang ini dan diwilayah ini tu ditanam ya sobat, ga ujuk-ujuk nongol gitu aja.
Selain itu terdapat juga belasan rumpun bunga bangkai yang coba untuk dikembangkan kembali dan terbagi dibeberapa titik dalam satu lokasi yang sama. Dalam pengembangannya bunga ini tidak bisa hidup jika terpapar panas matahari langsung, sehingga memang dibutuhkan tempat yang dingin juga rimbun untuk menghalau sinarnya.
Seperti yang satu ini nih sobat. Tapi jangan kira yang begini dalam seminggu dua minggu bakal mekar ya, karena nunggunya lama, yaitu antara 3-4 tahun.
Abangnya lagi nunjukin rumpun bakal Bunga Bangkai
Do'akan Aku Sehat yaa
Bunga ini juga ga boleh dipegang ya sobat Diallogi, karna dia super duper sensitif sama sentuhan. Jadi kalo mau ambil foto ala-ala megang gitu ya diakalin aja.
Foto Ala-Ala
Penasaran ga sama baunya?
Iya namanya juga bunga bangkai sobat, jadi terciumlah sedikit aroma-aroma yang dikeluarkan dari bunga ini, tapi tidak terlalu menyengat kok. Mungkin karena udah beberapa hari mekarnya ya, soalnya kata si pemandu, bunga ini memang bau, terlebih pas pertama mekar.
Terus, Bunga bangkai raksasa ini hanya mekar sempurna selama satu hari dan dapat dinikmati selama kurang lebih 4-5 hari. Setelah itu bunga akan layu dan mati. Kemudian dalam bagian tubuh bunga ini juga terdapat buah, pas bunga itu mati, buah yang didalmnya akan dikembangkan lagi hingga menjadi rumpun dan pastinya membutuhkan waktu yang tidak sebentar.
Kelopak Bunga Bangkai
Penampakan Bunga Bangkai Dari Bawah
Kalo perawatannya gimana?
Perihal perawatan, bunga yang satu ini katanya hanya menerima pupuk kompos atau organik. Jadi kalo yang berbahan kimia bye bye lah.
Yang pasti dan tidak boleh terlupa sobat, mengabadikan moment bersama, karena itu penting. Arsip, atau kenang-kenangan? Ya itulah pokoknya.
Cekrek 1
Cekrek 2
Jadi begitulah cerita si bunga bangkai. Perjalanan hidupnya memang lama, soalnya kalo ga gitu ya ga jadi langka sobat.
OTW Pulang
Sekian dulu ya sobat Diallogi, jumpa lagi di edisi lainnya dan jangan lupa tinggalkan komentarmu dibawah.

(Sani Utami)

15 komentar:

  1. Balasan
    1. Ga ditemankan tu iya talonsong kama kama kami tu.

      Hapus
  2. Talonsong yg membawa berkah ya dek 😂
    Pengambilan gambar bunganya keren ih 👏

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget kakak, itu gambarnya buat kakak soalnya ga ikutan sih. jadi biar ga penasaran lagi gimana bentuk mahkota bunga bangkai kalo dari deket.wkwk

      Hapus
  3. Perjalanan yang menegangkan demi pengalaman tak terlupakan menyaksikan bunga bangkai 💃

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nih perjuangin bunga bangkai aja bisa, apalagi dia ya kak..💃

      Hapus
  4. Nah Lho, pak/buk pemerintah, tuh dengerin tolong jalannya diaspal, hehehe.

    BalasHapus
  5. Sani
    Kakak jadi ingat bonus talonsong menghibur ditengah tengah kekhawatiran diats mobil...
    Iya kannn..

    BalasHapus

Post Top Ad

<>