Manusia Tempatnya Salah - Diallogi

HEADLINE

Post Top Ad

<>

Selasa, 22 September 2020

Manusia Tempatnya Salah

 

Haii...

Gimana hari-hari kalian belakangan ini sobat? 

I hope you always fine.


Jadi gini, kali ini kita bakal ngomongin tentang salah atau kesalahan, berat gak sih? 

Ngebahas ini awalnya cukup ketampar sih, karena diri juga ga pernah terlepas dari kesalahan. Terlebih kalau mengingat dan semakin menyadari Maha baiknya Allah SWT. yang masih nyimpen keburukan bahkan kebusukan kita. Karena jika tidak, mungkin ga ada yang mau dekat dengan kita lagi ya, atau mungkin semua orang jijik, bahkan ada kemungkinan-kemungkinan buruk lainnya yang tak sanggup ku tuliskan disini.


Ya setiap kita pasti pernah salah atau ngelakuin kesalahan bukan? Dan kesalahan ini kerap menjadi penyakit bagi kebanyakan orang, terlebih ketika kepepet, termasuk diriku. Maksudnya penyakit? Iya gini, ketika bersalah ada banyak komponen yang juga berkontribusi dan terlibat, baik itu sebelum terjadinya kesalahan maupun setelahnya. Kesalahan bisa saja berawal dari ketidaktahuan, kekhilafan, kurang mawas diri, terlalu menyepelekan atau banyak faktor lainnya. Dan dalam hidup, kesalahan memang tak bisa dihindarkan, but its okay, kita bisa memperbaiki kesalahan itu dan terus berbenah. In other situations, kesalahan itu bisa menyebabkan kesalahan lain ataupun masalah setelahnya seperti berbohong, denial, ya lempar batu sembunyi tanganlah intinya. Bagian inilah yang kusebutkan sebagai penyakit. Tak sedikit orang yang terjebak karena ini, atau mungkin setiap kita malah pernah melakukannya ya? Jawabannya mungkin saja.


Menurutku hal terbaik yang bisa dilakukan untuk terlepas dari penyakit sebuah kesalahan itu adalah dengan berani jujur pada diri sendiri juga orang lain yang terlibat, mau menerima meski rasanya sakit, pedih, hancur tak karuan, malu, sesak, pokoknya segala hal tak mengenakkan, tapi dibalik itu ketika kamu mampu menerimanya, memaafkan, mau mengkomunikasikannya meski berat, bertanggungjawab atas apa yang terjadi karena keputusan kita, kamu hebat. Itu tandanya kamu berhasil mengalahkan egomu dan itu kamu lakukan bukan hanya untuk orang lain, tetapi juga demi kebaikan mentalmu, psikologis, serta kehidupanmu.


Merasa hina, marah atau sedih ketika berbuat kesalahan rasanya adalah hal yang wajar. Menyesali perbuatan yang keliru atau salah itu juga bukanlah kesalahan, asalkan tidak berniat untuk melakukan kesalahan yang sama berikutnya, dan lebih berhati-hati atas tindakan dan ucapan selanjutnya. 


So, setiap kita pernah salah kok. Ga usah merasa sendirian. Toh manusia emang tempatnya salah kan, tapi dengan itu manusia juga dibekali dengan akal pikiran untuk bisa berpikir, mengakui kesalahan, meminta maaf serta memaafkan, dan berbenah diri. Percayalah sobat, ga ada manusia yang sempurna karena kesempurnaan hanya milik Allah. Meski sebagai manusia yang masih jauh dari kata sempurna, namun bukan berarti kita tidak bisa lebih baik bahkan lebih baik dari sebelumnya kan? 


Semoga kita  bisa terus menjadi manusia yang mau belajar dari kesalahan ya sobat.


Iyap, rasanya sekian dulu bahasan diallogi tentang "kesalahan"  ini ya. See you, dan tetap nantikan update'an diallogi selanjutnya... Love...


(Sani Utami)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

<>